Sabtu, 15 Juni 2013

Puisi Ku 1

¤MENUNGGU PAGI ¤


Karya : Irianto



Dalam Kelamnya malam
Di Sudut kamar aku terdiam
Hanya Suara-suara malam
Menemani kesepian ku

Suara kobaran terdengar lagi
Bak API yang sangat membara
Dan terhempas oleh ANGIN
Siap membakar Gubuk tak berdaya.

Segala sorakan dari sang Laknatullah
Menyemangat kan Kobaran mereka
Tak peduli siapa yang salah
Hanya anggapan kebenaran atas mereka.

Aku hanya sehelai daun kering
Akan terbakar terkena kobaran Api
Akan terbang melayang
Di hempas sang angin

Aku memang tak berdaya
Bagaikn se bongkah batu.
Aku yang hanya bisa diam,diam,dan diam
Tak bisa berbuat apa-apa

YA ALLAH
Aku ingin sekuat baja
Setegar tebing
Tapi ? Apakah Engkau mendengar ku ?

Aku tahu Engkau tidak tuli
Aku tahu Engkau tidak bisu
Aku tahu Engkau tidak akan abaikan hamba mu
Aku tahu Engkau punya Jalan Untuk ku

PAGI.
Engkau datang dengan cerah mu
Memberikan kebahagiaan Untuk batin ku
Memberikan kesempatan untuk sukses ku

PAGI.
Aku Sudah lama menunggu mu.
Menunggu pancaran Sinar mu.
Merasakan  hangatnya cahaya mu
Hingga terbenamnya Masa mu.



 

'' PERISTIWA TENGAH MALAM ''

 

Karya : Irianto

 


Kesunyian malam mneyelimuti
Mencoba membuka Mata hati
Bangkit dari sebuah Singgasana
Berusaha untuk Bersujud padamu

Udara dingin menembus Tulang
Caci,maki,serta bualan dari Penghuni Malam
Berpadu menjadi sebilah pedang
Yang siap menusuk Kaum Muslim

Aku hanya manusia biasa
Tak luput dari Salah
Tak luput dari Dosa
Tak luput dari khilaf

Dengan Niat yang membara
Meleburkan semua ke khilafan
Mematahkan Pedang kesesatan
Hanya untuk bertawakkal dan memohon Ampunan

Ya Allah Ya Rahman
Ampunkan lah segala Pebuatan
Mudahkanlah segala Urusan
Tunjuknlah  Siratal mustaqin

Ya Allah ya Rahim
Sayangilah orang tua ku.
Jadihkanlah Aku Anak berbakti
Agar berguna di Keluarga dan Bangsa ini.

Sesungguhnya
Engkau Raja d atas Raja
Engkau Agung d atas ke Agung an
Engkau Sempurna d atas ke Sempurna an
Yang aq Tahu,Hanya Engkau lah Kesempurnaan Yang tak Tercipta


              

                  * ILMU *


Karya : Irianto



Malam sepi menambah keheningan
Terpaku dalam renungan,
Betapa besar penyesalan
Terlelap mencari pendidikan

Kejarlah Ilmu sampai ke negeri cina.
Kalimat pembangkit semangat
Seiring tetesan air hujan
Menghapus semua ingatan

Canda tawa berlebihan
Yang mnghilangkan kesadaran ku
Ataukah cahaya ke khilafan
Yang mnghilangkan rasa syukur ku

Tuhan,
Jika aku di beri kesempatan sekali
Semangat ini akan menjadi api,
Membakar semua sesal dalam hati

Ilmu,
Jadilah pahlawan ku
Hentikan pilu tangisku
Buatlah aku tersenyum bangga akan penting mu

2 komentar: